Apa Salahnya Jomblo?

Header Menu

Cari Berita

Apa Salahnya Jomblo?

Friday, May 31

Jatimaktual.com,- Menjadi jomblo di negeri ini lumrahnya akan mengundang cemoohan dan sindiran. Semua akan menyerang siang dan malam, seperti masa penjajahan Belanda. Luar biasa, para pencemooh datang bagai prinsip pahlawan “gugur satu tumbuh seribu”. Bebas dari satu pencemooh, yang lain datang silih berganti. Bebas dari cemoohan keluarga, cemoohan datang dari teman-teman kampus/sekolah. Bebas dari cemohan di kampus/sekolah, saat terjun di masyarakat malah lebih dahsyat lagi. Sepertinya, tidak ada tempat aman buat jomblo di Indonesia. 

Baiklah, buat para jomblo, khususnya yang belum paham cinta, jangan terjebak dengan melepas status jomblo kemudian beralih pada status pacaran. Stop, lawan hawa nafsumu! Jangan biarkan dirimu kotor, bernoda, kusam, berminyak juga berjerawat. Maksudnya, jangan biarkan dirimu berdosa dengan terjun dalam pacaran hanya karena menghindari cemoohan. Ingat, tidak perlu malu dengan status jomblo. Malulah di hadapan Allah SWT yang telah memberikan cinta.

Seharusnya generasi muda bangga menjadi jomblo. Karena dengan menjomblo, selangkah lebih taat dibandingkan dengan yang sibuk pacaran. Mereka yang pacaran sibuk mengumbar hawa nafsunya. Karena pacaran, tenaga terporsir untuk antar jeput pacar, uang saku habis traktir pacar, konsentrasi belajar menjadi buyar karena memikirkan pacar, hingga akhirnya menjadikan mereka terjerumus dalam godaan setan. 

Selain itu, dengan menjomblo, generasi muda akan disayang Allah SWT karena menundukkan hawa nafsunya. “Sesungguhnya Allah benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya.” (HR. Ahmad). 

Jomblo berarti sedang mencoba taat dengan aturan Allah SWT. Sunnahnya dengan berpuasa. Ini tentu mendapat legalitas dari Rasul, sehingga Allah SWT akan memberikan pahala. Meskipun hanya niat, islam sudah menilainya amal kebaikan. Apalagi  jika dikerjakan, pahalanya lebih besar lagi. Begitu juga yang berniat menjomblo karena diniatkan ketaatan kepada Allah SWT, maka sudah pasti mendapat pahala.
Sabda Rasulullah SAW

“....Barang siapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, karena dengan berpuasa dapat menjadi penghalang (benteng) melawan nafsu”. (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Perlu diketahui bahwa  jomblo tempat mengukir prestasi. Ia mempunyai iman yang kuat. Maka, di tengah masa penantian ini, selain pahala tanpa batas, ia juga bisa memanfaatkannya untuk terus berkarya. Jomblo juga bebas berkreasi tanpa ada yang menghalangi. Tidak ada tekanan dari pihak manapun. Ia juga bebas bermimpi setinggi-tingginya. Mau bermimpi menghasilkan uang sekitar 1 miliar dalam satu bulan, bermimpi menulis 1000 buku, bermimpi membuat publikasi ilmiah yang diakui dunia internasional, semua bebas, tidak ada yang membatasi.

Oleh. Anni Masruroh 
(mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN MADURA)