PESONA WANITA SHOLIHAH

Header Menu

Cari Berita

PESONA WANITA SHOLIHAH

Monday, May 27

Jatimaktual.com, Artikel, - Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita yang shalihah (HR.Muslim). kata perhiasan memiliki arti sebuah keindahan, yang mana wanita diibaratkan dengan sebuah keindahan yang elok untuk dipandang. 

Wanita sholihah bagaikan buga yang sangat indah yang selalu memancarkan kesholihannya dan keindahannya, Tak asing bagi kita semua jika mendengar kata “wanita shalihah” yang  terlintas difikiran kita ialah sosok wanita yang berhijab, menggunakan gamis atau jubah panjang sampai ujung kaki bahkan yang menutup wajahnya dan yang terlihat hanyalah dua pasang mata. 

Sejenak kita menelaah tentang sejarah sebelum islam yaitu pada masa jahiliyah, yang mana keberadaan wanita sangatlah tidak berharga, mereka beranggapan bahwasannya keberadaan kaum  wanita merupakan suatu bencana atau musibah bagi mereka, dan sebuah keluarga dianggap hina jika seorang ibu melahirkan bayi perempuan. Dan pada masa itu wanita seperti binatang yang menjijikkan, seorang ayah menjual belikan dan mengubur hidup-hidup anak perempuannya  dan yang lebih keji lagi ialah seorang suami rela membagi istrinya kepada laki-laki lain. 

Jika kita menelaah dengan akal sehat, tidak akan terlahir seorang lelaki jika tidak ada seorang perempuan, karena setiap bayi yang lahir ke dunia ia berasal dari rahim yang dimiliki oleh seorang perempuan. Tak dapat kita bayangkan jika islam tidak pernah datang. dan apakah hal ini akan berlanjut sampai sekarang?.  

Banyak wanita yang cantik, masing-masing memiliki kelebihannya sendiri, dengan kecantikannya wanita tersebut tampil vulgar sehingga ia memperoleh banyak pujaan,tak sedikit diantara mereka yang memiliki daya tarik terhadap lawan jenisnya, karena wanita pandai dan solek untuk berdandan dan bersikap terhadap lawan jenisnya, hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi wanita zaman sekarang untuk mempercantik diri, sehingga mereka rela  mengeluarkan banyak uang untuk membayar mahal ke salon dan mereka juga rela membeli pakaian yang bagus demi memperindah penampilan mereka. Banyak wanita yang sengaja menebarkan pesonanya terhadap lawan jenisnya (lelaki). Mayoritas setelah lelaki menikahinya , ternyata pesona tersebut luntur dan yang lebih tampak ialah sifat aslinya.  

Lalu seperti apakah wanita yangSholehah atau Mempesona???. Tekadang seorang laki-laki salah menilai terhadap wanita yang mempesona, ada yang menilai bahwa wanita yang mempesona ialah wanita yang cantik, berpenampilan yang menarik dan banyak yang mengaguminya, akan tetapi semuanya itu tidak benar, wanita yang mepesona ialah sosok wanita yang dimuliakan, dikagumi, dihormati , dicintai dan didambakan oleh setiap orang. 

Dalam agama wanita mempesona ialah wanita yang sholihah, dan ia adalah sebaik-baik perhiasan yang mampu mengalahkan tumpukan emas, permata dan berlian. Oleh karena itu wanita yang mempesona tidak harus cantik, tetapi ia yang patuh terhadap aturan-aturan Rabnya  dan yang lainnya. Hanya wanita shalihahlah yang benar-benar memiliki kepribadian mempesona dan yang sempurna.

Wanita yang mempesona (shalihah) diibaratkan dengan sekuntum bunga yang datang dari surga. Anggun dibalik perisai, cantik dalam balutan malu , berbinar dalam tertunduknya pandangan matanya, ia lembut sekaligus tangguh, ia mempesona meskipun tak tersentuh. Ia mempunyai hati seperti tetesan embun yang tertunduk dipucuk dedaunan dan bagaikan karang yang berdiri tegar dihampar hujan.

Sejatinya wanita yang sholihah ialah wanita yang menyandang budi pekerti dalam bahasa agama diebut dengan wanita yang berakhlaqul karimah, kemululiaan akhlaknya terwujud dengan adanya ketaatan-ketaatan  kepada Allah SWT. 

Islam memandang bahwa wanita memiliki banyak keistimewaan dan lebih unggul dibandingkan dengan laki-laki. Didalam Al-Quran telah banyak pemberitahuan kepada kita semua tentang kedudukan wanita dan emansipasinya dengan kaum laki-laki.  

Seorang wanita merupakan seseorang yang memiliki peran penting dalam kehidupan, dimana seorang wanita menjadi seorang anak dari orang tua dan akan menjadi seorang istri bagi suaminya dan kelak akan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, dan ia akan mendidiknya sehingga menjadi generasi rabbani. Seorang wanita memiliki tiga peran penting yaitu: pertama, menjadi Mar’atus Sholihah (wanita yang sholihah), kedua, Zaujatul muthi’ah (istri yang taat) dan yang ketiga, Ummul madrasah (ibu yang mendidik). 

Pertama, maratus sholihah atau wanita sholihah, wanita adalah mahluk yang dimuliakan, karena peran dan kedudukannya sebagai seorang anak, istri dan seorang ibu. Adapun wanita yang senantiasa taat terhadap perintahAllah SWT dan senantiasa meninggalkan hal-hal yang dilarang dialah termasuk wanita yang sholihah. 

Wanita sholihah merupakan wanita idaman baik didunia maupun di akhirat. Kedua, Zaujatul muthi’ah atau istri yang taat. Bukanlah wanita mempoesona jika ia tidak taat kepada suaminya, meskipun ia berdandan cantik didepan suaminya, berpenampilan lemah gemulai dan brtutur kata yang lemah lembut, tetapi jika ia tidak patuh atau tidak taat kepada suaminya. 

Wanita yang mempesona atau sholihah ia yang mampu menyenangkan hati suaminya dan juga berpenampilan dengan apa yang diharapkan oleh suaminya, sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran."Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum, 21). 

Fenomena yang sering terjadi pada suami istri ialah perceraian, hal ini kemungkinan terjadi karena istri tidak lagi menjadi penentram bagi suaminya. Ketiga, Ummul madrasah atau ibu yang mendidik. Peran wanita ketika menjadi seorang ibu bagi anaknya ialah harus mampu mendidiknya dengan nilai-nilai kehidupan dan Ke-Islaman. Seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya sehingga peran ibu ialah membangun madrasah yang kelak dapat membangun sebuah peradaban dari rumahnya.