JCW Laporkan Tindak Pidana Pungli Prona/PTSL Yang Diduga Di Lakukan Oleh Kepala Desa Bira Barat Ketapang

Header Menu

Cari Berita

JCW Laporkan Tindak Pidana Pungli Prona/PTSL Yang Diduga Di Lakukan Oleh Kepala Desa Bira Barat Ketapang

Friday, August 2

Ilustrasi Google

BERITAMA.id - SAMPANG, Tindak Pidana Pungli yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Bira Barat Ketapang (Juhairiyah) Berbuntut pada pelaporan yang lakukan oleh Lsm JCW (jatim corruption watch) Rabu,(31/7)

Dalam laporan yang bernomor Register 888/DPR.JCW.JATIM/VII/2019 tersebut di sebutkan bahwa pihak Kepala Desa Bira Barat (h.juhairiyah) diduga melakukan Pungutan Liar (pungli) terhadap program Prona/PTSL di desanya Pada tahun 2018 sebesar 2,500,000

Program Yang dulu bernama Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) memang ada biaya sebesar Rp150 ribu dalam satu berkas Prona

Namun sejak pemerintahan Presiden Jokowi Program tersebut berganti nama menjadi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dimana semua bentuk pengurusannya di gratiskan oleh pemerintah.

Program tersebut diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2018. Misi pemerintah, agar identitas tanah milik masyarakat jelas memberi kepastian hukum.

Namun program tersebut ternyata menjadi bumerang kepada masyarakat awam khususnya masyarakat pedesaan

Seperti yang terjadi di Desa Bira Barat Dimana setiap warga yang mengurus program tersebut Diduga di pungli sebesar Rp 2.500.000 tentu hal tersebut melanggar hukum dan wajib hukumnya bagi aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti dugaan tersebut

Menurut khairul kalam (Tim Investigasi JCW) Tindakan yang diduga di lakukan oleh pihak Kepala Desa tersebut Jelas Melanggar Hukum dan jauh dari kata wajar

"Jelas tindakan tersebut melanggar undang undang dan hukum sehingga saya bersama masyarakat melaporkan tindakan tersebut kepada Kejari Sampang"tutur kalam

Kalam dalam laporannya juga melampirkan beberapa bukti permulaan kepada pihak Kejari Sampang

"Kami lampirkan juga bukti Pernyataan dari masyarakat Desa Bira Barat yang diduga dimintai (pungli) oleh Kepala Desa Bira Barat"tutup kalam (Red-man)