DEKLARASI DAMAI AMAN DAN NYAMAN DENGAN SELURUH TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA DAN INTELEKTUAL PEGUNUNGAN TENGAH DENGAN TNI-POLRI

Header Menu

Cari Berita

DEKLARASI DAMAI AMAN DAN NYAMAN DENGAN SELURUH TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA DAN INTELEKTUAL PEGUNUNGAN TENGAH DENGAN TNI-POLRI

Saturday, September 14

KEROM, (12 September 2019) Pos kotis Dpp Lettu Inf Yudha Anggara menghadiri Deklarasi Damai Oleh Seluruh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama Dan Intelektual Pegunungan Tengah Dengan Pemerintah Kab. Keerom, TNI-POLRI atas kejadian di Surabaya dan Malang Provinsi Jawa Timur Yang Menimpa Asrama Mahasiswa Papua, Dilaksanakan di Kp. Wonorejo Distrik Mannem Kab. Keerom,  yang diikuti sekitar 50 orang.( 11/9/2019)

Turut hadir dalam giat tersebut :
- MUH.MARKUM SH.MH.MM, Bupati Keerom
- AKBP Muji Windi Harto (Kapolres Kab. Keerom)
- Lettu Inf Yudha Hanggara (Pasi Intel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 300/BJW)
- Iptu Amir Mahmud (Kapospol Arso Timur)
- Iptu Piet Heyn (Kapolsek Arso)
- Bapak Minggu Bandua (Kakesbangpol Keerom)
- Bapak Yunus Kelem (Sekretaris Distrik Mannem)
- Bapak Simon Kosay (Ketua Rukun Keluarga Pegunungan Tengah Kab. Keerom)
- Serma Aksan Hukom (Babinsa Kampung Wonorejo Koramil 1701-04/Arso)
- Para Tamu Undangan.

Sambutan Dansatgas Yonif Raider 300/BJW yang diwakili oleh Pasi Intel satgas Lettu Inf Yudha Hanggara menjelaskan secara singkat
Berharap supaya kab. keerom dalam acara Deklarasi Damai ini jangan hanya wacana semata, sehingga keamanan kab. keerom betul-betul terlaksana dengan begitu seluruh masyarakat bisa merasakan aman, nyaman dan sejahtera dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Yudha juga Menegaskan kembali bahwa TNI-POLRI yang ada di Kabupaten keerom ini tidak untuk menakut- nakuti orang papua namun mereka disini untuk mengamankan dan menjaga objek-objek vital dan Masyarakat yang ada di Kab. keerom (pungkas pasi Intel satgas yonif Raider 300/Bjw).

Kepala Suku Pegunungan Tengahpun turut dalam memberikan sambutan ( Bapak Simon Kossay)  yang intinya
Ingin menciptakan kondisi yang damai di Kab. keerom dengan mengadakan deklarasi damai bersama suku Pegunungan tengah, Dalam sambutan ini kepala suku
Meminta untuk tokoh masyarakat dan tokoh agama agar tidak terpancing dengan isu-isu yang beredar yang  dapat menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah belah seluruh tanah papua ini.
Tak lupa kepala suku pegunungan tengah yang berada d kab. Keerom ini juga Mengharapkan deklarasi ini untuk deklarasi damai yang bisa menyatukan seluruh masyarakat Kab. Keerom untuk bisa menjaga keamanan yang sudah terjaga ini. Untuk kedepannya kami seluruh warga Pegunungan tengah siap untuk ikut turut menjaga keamanan di Kab. keerom yang kita cintai ini. (ujarnya dalam memberikan sambutan kepala suku pegunungan tengah yang berada di kab. Keerom)

AKBP Muji selaku Kapolres Kab. keerom juga turut Mengucapkan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada ketua kerukunan pegunungan tengah yg sudah melaksanakan deklarasi damai, Untuk kondisi di Kabupaten keerom ini masih damai dan tentram, itu pun tidak lepas dari kerjasama oleh masyarakat Kab. keerom itu sendiri.
Jangan mudah terprovokasi bila ada isu-isu untuk melakukan demo di Kota jayapura, mari kita jaga bahwa Kab. keerom sudah aman dan tentram
Serta Kapolrespun Menitipkan pesan untuk para anak-anak muda yang khusus nya masyarakat Pegunungan tengah untuk bisa mengontrol emosi mereka untuk selalu tenang dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang memprovokasi mereka.

Tak lepas dalam acara ini Bupati sebagai yang tertua dalam pemerintahan kab.keerom (bpk Muh. Markum. SH. MH. MM.)  Dalam sambutannya mengingikan supaya di Kabupaten keerom ini untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang bisa membuat tindakan rasisme yang bisa memecah seluruh masyarakat, serta bapak bupati dalam hal ini Mengajak masyarakat  mari kita amankan daerah kita ini dengan  saling bersatu dan sepakat untuk membangun Kab. keerom ini. Mari kita bersatu padu dan bergandengan tangan untuk membangun tanah papua yang damai khususnya Kabupaten keerom tercinta. Deklarasi damai ini adalah bentuk rasa peduli dari suku Pegunungan tengah yang menginginkan terjaga nya keamanan di Kabupaten keerom. (ucap bapak bupati Kab.Keerom)

Dalam acara ini berlangsung dengan bersama-sama Membacakan Deklarasi Damai yang d pimpin oleh Simon Kosay selaku kepala suku pegunungan tengah yang berada d kab.Keerom, yang isinya:
1. Kami Seluruh Tokoh Mayarakat Pegunungan Tengah
Se-Kabupaten Keerom Bergandengan Tangan Untuk Menciptakan
Keerom DAMAI, AMAN dan NYAMAN.
2. Kami menyerukan Secara luas agar PAPUA kembali Damai dengan
Saling Menghargai Harkat dan Martabat Sesama Anak Bangsa.
3. Menolak serta tidak terpancing atas ISU-ISU yang beredar di Media
Cetak dan Elektronik.
4. Menolak segala bentuk tindakan anarkis, diskriminasi, marjinalisasi,
dan kriminalisasi di TANAH PAPUA umumnya dan Khususnya
Kab. Keerom.
5. Kami seluruh tokoh masyarakat pegunungan tengah kab. Keerom
Menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Provinsi Papua
dan Kabupaten Kota atas pengerusakan fasilitas umum yang telah dirusakan oleh masa demonstrasi pada Tanggal 29 Agustus 2019.

Pokok - pokok dalam kegiatan Deklarasi Damai Seluruh Elemen Pegunungan tengah Di Kabupaten Keerom ini untuk Menyikapi Atas Kejadian Di Surabaya Dan Malang Provinsi Jawa Timur Yang Menimpa Asrama Mahasiswa Papua Merempet Hingga Provinsi Papua Dan Papua Barat Serta Kabupaten Se -Tanah Papua.

Diharapkan dengan Deklarasi Damai ini seluruh elemen Suku Pegunungan tengah yang ada Kabupaten Keerom bisa menjaga perdamaian dan keamanan sudah sudah kita jaga sampai saat ini.

Ucapan terima kasih oleh simon kossay ( kepala suku pegunungan tengah ) kepada satgas pamtas yonif raider 300/Bjw ( pos kotis )yang ikut membantu dalam kegiatan pengamanan Deklarasi Damai ini.

Selama kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar.