Tekan Angka Stunting, Pemkab Pamekasan Gelar Kampanye dan Deklarasi Pencegahannya

Header Menu

Cari Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Pamekasan Gelar Kampanye dan Deklarasi Pencegahannya

Sunday, September 29

PAMEKASAN, distriknews.com- Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada bayi di bawah usia dua tahun (baduta) akibat kekurangan gizi kronis. Gagal tumbuh yang dimaksud tidak tercermin dari tinggi badan saja, melainkan juga berpengaruh terhadap perkembangan otak yang berakibat pada kemampuan kognitif atau kecerdasan anak. Untuk itu, cegah stunting menjadi prioritas Pemerintah saat ini, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menunjukkan komitmenya bertempat di lapangan Negara Bhakti didepan pendapa agung ronggosukowati menyelenggarakan kegiatan kampanye dan Deklarasi cegah stunting.

Kampanye yang diawali dengan Jalan -Jalan Sehat (JJS) dihadiri tidak kurang 2000 peserta. Peserta tersebut melibatkan seluruh puskesmas se kabuoaten Pamekasan, forkopimda, kepala OPD dan para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan santunan kepada puluhan anak yatim serta serta lomba pameran saat melakukan sosialisasi pada 1000 hari pertama kehidupan dari seluruh UPT puskesmas di kabupaten Pamekasan dalam.mencegah Stunting.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Farid Anwar mengatakan, Dalam acara kampanye sehat memperkenalkan kepada masyarakat tentang kegiatan dan program yang dilaksanakan pemkab dalam upaya pencegahan penurunan membuat kegiatan pencegahan stanting di kabupatrn Pamekasan.

"Kampanye sehat cegah Stanting untuk memberikan informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan dan jajarannya dalam upaya memberantas stanting.  
Kampanye sehat ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberikan pelayan kesehatan gratis, konsultasi kesehatan serta memperkenalkan makanan sehat," kata dr Farid Anwar yang juga menjabat sebagai direktur RSUD Slamet Martodiwirdjo.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e yang juga membuka kegiatan kampanye sehat mengatakan, di Pamekasan saat ini ada sekitar 27,67 persen penderita stanting, ini menjadi perhatian kita bersama-sama terutama Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Kampanye sehat ini kita gelar  tidak hanya bersifat seremonial tapi juga nanti ini akan betul-betul dijadikan kampanye sebagai gerakan agar angka Stanting di Pamekasan semakin menurun," ujarnya.

Wakil Bupati Raja'e juga mengucapkan terima kasih kepada selutuh jajaran dinas kesehatan yang berhasil menutunkan angka stanting di kabupaten Pamekasan yang pada tahun 2013 sudah hampir 44% tetapi pada tahun 2018 kemaren kita sudah ada di 26, 67% .

“Juga dengan diperolehnya juara puskesmas terbaik ke 2 di jawa timur oleh Puskesmas Bulangan Haji Kecamatan Pegantenan," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga di bacakan deklarasi Pamekasan Sehat yang di oimpin oleh Wakil bupati Pamekasan Raja'e yang diikuti seluruh yang hadir dalam kegiatan kampanye sehat cegah stanting. (Rls)