Akibat Pemecatan Tim Pansel, Tiga Rayon Di IAIN Madura Geruduk Komisariat

Header Menu

Cari Berita

Akibat Pemecatan Tim Pansel, Tiga Rayon Di IAIN Madura Geruduk Komisariat

Rumah Inspiratif
Sunday, March 1

Distrik News - Pamekasan. Tiga Rayon PMII Komisariat IAIN Madura melakukan audiensi kepada ketua komisariat & Ketua panitia pelaksana RTK ke-XXXIV PMII Komisariat IAIN Madura karena disinyalir inkonsistensi pada surat PK.PMII IAIN Masura no : 107.PK.Pansel.XXXIII.V-04.8.01.06.C-1.02.2020 yang sudah masuk ke Rayon tertanggal 22 Februari 2020.

Tiga Rayon yang melakukan audiensi itu diantaranya Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Tarbiyah (RAFATAR), Rayon Fakultas syariah (Fasya) dan Rayon Persiapan Sakera (Ushuluddin dan Dakwah) yang dihadiri langsung oleh 3 ketua rayon beserta kepengurusannya.

Sahabat Idrus Ali (Ketua Rayon Rafatar) menyampaikan bahwa ketua komisariat terindikasi melakukakan intervensi terhadap pansel atau panitia seleksi calon ketua komisariat PMII IAIN Madura terlebih ketua pansel (Sahabat Imroatus Salihah) Sebagai ketua panitia pansel.

Dia menambahkan Bahwa pansel tidak boleh diintervensi oleh siapapun karena pansel independen. Jadi, biarkan pansel menjalankan tugas sebagaimana hasil rapat komisariat dalam pembuatan ketentuan persyaratan bakal calon yang terdiri dari 14 butir persyaratan.

Ketentuan perayaratan itu diantaranya :
1. Mengisi pendaftaran yang disediakan oleh panitia seleksi
2. Foto kopi ktp dan ktm
3. Melampirkan CV
4. Menyetorkan foto 3X4 sebanyak 3 lembar background putih beralmamater PMII
5. Menyerahkan soft file 3X4 dengan backgtound putih beralmamater PMII
6. Surat rekomendasi dari rayon asal
7. Menyerahkan soft file dan hard file visi & misi
8. Calon ketua komisariat angkatan 2016
9. Menyerahkan sertifikat mapaba dan pkd foto copy dan asli
10. Transkip nilai dengan IPK eksakta : 2.50 & IPK non eksakta 3.00 yang dilegalisir
11. Surat bermatrai 6000 untuk mengikuti tahapan-tahapan menjelang RTK
12. Jika tidak mengikuti tahapan-tahapan berhak mendiskualifikasi

Dia menyampaikan bahwa yang direkomendasi dari Rayon Fakultas Tarbiyah sudah melewati tahap seleksi di rayon dan sudah menyesuaikan dengan surat PK.Pansel yang masuk ke rayon.

Hal itu diakui oleh Imroatus Salihah bahwa ketua komisariat terlalu mengintervensi dirinya, sehingga pihak komisariat memgadakan rapat pemecatan tanpa persetuan ketua panitia RTK.

Moh. Rofiki dan Hoyyinah menilai bahwa hal ini merupakan tindakan yang terlalu berlebihan. Ketua Rayon Persiapan Sakera dan Fasya menambahkan bahwa indepensi pansel itu wajib dijaga, apalagi Imroatus Salihah mengatakan sudah menjalani tugas sesuai dengan aturan pansel, ucapnya.

Dalam audensi itu, mereka menuntut Imroatus Salihah dicabut pemecatannya dan dikembalikan lagi pada posisinya sebagai ketua tim pansel. Dan juga meminta tim pansel untuk menyeleksi calon ketua komisariat PMII IAIN Madura priode 2020-2021 wajib menyesuaikan dengan 12 butir persyaratan yang tertera pada surat yang masuk ke Rayon dipencalonan ketua komisariat di RTK ke-XXXIV guna menghindari kepentingan politik otorianisme. (rdktr)