Dilema Mahasiswa Antara Kematian Atau Pupus Kuliah Di Pandemi Wabah Corona

Header Menu

Cari Berita

Dilema Mahasiswa Antara Kematian Atau Pupus Kuliah Di Pandemi Wabah Corona

Rumah Inspiratif
Sunday, April 5

Distrik News - Meledaknya pandemi wabah virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia membuat banyak aparatur Negara turun dengan serius menangani permasalahan tersebut, terkhusus juga di Indonesia.

Adapun upaya yang dilakukan untuk menghapus mata rantai wabah tersebut agar tidak membuat keresahan dan kepanikan, pemerintah Indonesia membuatkan peraturan kebijakan yang tertuang pada PP No.1Tahun 2020. Dengan mengambil dasar hokum UU No.6 Tahun 2016, untuk menerapkan karantina wilayah atau social distancing, sebagai bentuk pembatasan diri agar tidak ada perluasan.

Akan tetapi realita saat ini, banyak diantara pemangku kebijakan memanfaatkan keterguncangan masyarakat sebagai kesempatan menggencarkan hasrat yang absolute. Untuk menghipnotis public dalam mensentralisasikan pemikiran konsumtif pada pengaruh dan dampak Covid-19nya saja, namun tidak pada nilai kebutuhan sosialnya. Terutama pada system pemdidikan yang terkesan memaksakan. Sehingga jelas hal ini membebankan biaya pendidikan dengan tidak mempertimbangkan bertambahnya kepanikan.

Sedangkan dibawah itu yang harus disadari, kita dituntut untuk mengikuti aturan yang membuat kita dilema dengan system yang bobrok dan tidak solutif atas kontradiksi antara profit versus nyawa manusia yang akan terpapar disebabkan kepanikan.

Hal ini pun senada yang terjadi pada kampus kami (Unitomo) dengan citra kebangsatan, eh maaf, kebangsaan dan kerakyatan. Akan tetapi jauh dari nilai-nilai tersebut yaitu menyusahkan dan tak berperikemanusiaan. Dikarenakan mahasiswanya dijadikan alat keuntungan untuk menghisap dan tidak peduli menyangkut kepentingan hajat mahasiswanya.

Bahkan lebih jahat dari itu yakni sering mengabaikan unsur kemanusiaan. Padahal kita ketahui bulan ini merupakan ujian berat, baik bagi mahasiswa yang pekerja maupun non pekerja (yang masih minta uang orang tua).

Ironisnya lagi sistem daring yg diterapkan seakan asal-asalan dan tak mempedulikan pada pemahaman mahasiswa nya akan ilmu yg akan disampaikan hanya saja mereka diberatkan pada tugas dan tugas yg haru dikumpulkan.

Pada beberapa hari yang lalu kita dibuat marah dengan keputusan rektorat yang menuturkan untuk mewajibkan mahasiswanya membayar penuh tanpa kompensasi. Padahal kita tidak ada kelas bertatap muka, bisa menikmati fasilitas kampus dengan nyaman dan parahnya lagi kita harus menggelontorkan uang kita untuk biaya internet setiap kuliah online.

Bukankah hal ini merugikan ??? dan membuat keresahan yang akan berdampak terpapar disebabkan kepanikan. Mungkin kata-kata ini lebih mudah diungkapkan tanpa mempertayakan.

Hei jajaran Rektorat yang terhormat. Entah apa yang ada dibenak kalian. Apakah pura-pura bodoh dan tuli atau memang sungguh tidak memahami kondisi para mahasiswanya yang dibenturkan pada ketakutan wabah Covid-19 yang menghantui.

Alih-alih membangun system E-Learning Unitomo yang bisa diakses banyak mahasiswa sebagai mengatasi persoalan yang kian dikhawatirkan mahasiswa agar mendapatkan pemahaman ilmu dan keaktifan kuliah yang sesuai dengan UU Pendidikan dan mampu mengatasi. Akan tetapi hal tersebut masih sangat tidak efektif karena mahalnya biaya kuota internet.

Sedangkan dari pihak Universitas tidak memberi pembiayaan untuk kuota internet, malah menjerumuskan mahasiswanya pada jeratan jeruji kebebasan untuk mendapatkan pendidikan dengan layak ataupun membuat pemisahan pada kelas ekonomi. Sehingga yang tidak bermodal terisolir dengan sendirinya dan tidak layak mendapatkan pendidikan. Padahal tersebut sudah mencoreng nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 dengan tanpa mempertimbangkan asas sosialnya.

Adapun harapan kami mewakili dari aspirasi mahasiswa yang terhimpun dari berbagai fakultas agar segera menarik keputusan yang tak berpihak pada mahasiswa kecil sehingga terkesan pedidikan sebagai ajang politik untuk menumpuk kekayaan diri dan segera memformulasikan sebuah kompensasi untuk meringankan beban mahasiswa.
Hidup Mahasiswa...!!!
Merdeka…!!!

Penulis : Nurul Huda
Publisher :